Corporate Training

Apa Bedanya EGC dengan UGC di Digital Marketing?

0
Perbedaan EGC dan UGC
Perbedaan EGC dan UGC

Digital marketing sekarang nggak lagi cuman soal siapa yang paling sering posting atau siapa yang punya konten paling rapi. Audience makin cerdas, makin selektif, dan makin cepat membedakan mana konten yang terasa “dibuat” dan mana yang terasa “real”. Di tengah perubahan ini, muncul dua pendekatan konten yang sering dipakai brand untuk membangun trust dan connection, yaitu UGC (User Generated Content) dan EGC (Employee Generated Content). Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama bukan konten utama dari tim brand, tapi sebenarnya punya fungsi, peran, dan dampak yang berbeda dalam strategi digital marketing.

Perbedaan EGC dan UGC

Perbedaan EGC dan UGC

 

Masalahnya, banyak brand sudah mulai pakai dua jenis konten ini, tapi belum benar-benar memahami perbedaannya. Akibatnya, strategi konten jadi kurang maksimal karena tidak ditempatkan di konteks yang tepat. Padahal kalau dipahami dengan benar, kombinasi UGC dan EGC bisa jadi salah satu senjata paling kuat dalam digital marketing modern.

Digital Marketing: Perbedaan Dasar UGC dan EGC

Untuk memahami perbedaan UGC dan EGC dalam digital marketing, cara paling sederhana adalah melihat dari siapa yang membuat kontennya. UGC berasal dari luar brand, yaitu dari customer, user, atau audience yang punya pengalaman langsung dengan produk atau layanan. Sementara EGC berasal dari dalam brand, yaitu dari karyawan yang membagikan sudut pandang mereka secara lebih personal.

Perbedaan ini terlihat sederhana, tapi efeknya cukup besar dalam cara audience menerima konten. UGC terasa seperti rekomendasi, sedangkan EGC terasa seperti cerita dari orang dalam. Kalau dirangkum secara sederhana:

  • UGC → dibuat oleh customer atau audience
  • EGC → dibuat oleh karyawan atau tim internal
  • UGC → perspektif luar brand
  • EGC → perspektif dalam brand

Dari sini, kita mulai bisa melihat bahwa keduanya punya fungsi yang berbeda dalam digital marketing.

Digital Marketing UGC: Konten yang Membangun Trust Secara Natural

Dalam digital marketing, UGC punya peran yang sangat kuat dalam membangun kepercayaan. Ini karena konten berasal dari orang yang tidak terlihat “punya kepentingan” untuk menjual. Audience melihatnya sebagai pengalaman nyata, bukan pesan yang dikontrol brand.

UGC biasanya muncul dalam bentuk konten yang sederhana dan apa adanya, seperti review produk, video pengalaman, atau testimoni. Justru karena tidak terlalu dipoles, konten ini terasa lebih jujur dan relatable. Beberapa contoh UGC yang sering muncul di digital marketing antara lain:

  • video review produk di TikTok atau Instagram
  • testimoni customer di story atau feed
  • konten unboxing dari pembeli
  • komentar atau rating di marketplace
  • before-after penggunaan produk

UGC bekerja dengan cara yang unik. Dia tidak memaksa audience untuk percaya, tapi memberikan bukti yang membuat audience menyimpulkan sendiri. Inilah yang membuat UGC sangat efektif, terutama di tahap ketika audience mulai mempertimbangkan untuk membeli.

Digital Marketing UGC: Cara Bikin Konten Terasa Lebih Natural

Digital Marketing UGC: Cara Bikin Konten Terasa Lebih Natural

Konten yang Membangun Kedekatan dan Human Touch

Berbeda dengan UGC, EGC dalam digital marketing berfungsi untuk membangun kedekatan. Konten ini berasal dari karyawan, tapi tidak disampaikan dengan gaya formal seperti corporate content. Justru kekuatannya ada pada sisi personal dan human.

Audience sekarang tidak hanya ingin tahu tentang produk, tapi juga ingin tahu siapa yang ada di balik brand tersebut. EGC menjawab kebutuhan ini dengan menunjukkan sisi internal perusahaan secara lebih terbuka. Beberapa contoh EGC yang sering digunakan antara lain:

  • karyawan sharing aktivitas kerja sehari-hari
  • behind the scene produksi atau operasional
  • cerita pengalaman bekerja di perusahaan
  • konten daily life di kantor
  • insight dari tim internal tentang industri

Dengan EGC, brand tidak lagi terasa seperti entitas yang jauh, tapi seperti kumpulan manusia yang punya cerita. Ini yang membuat audience lebih mudah merasa dekat.

Perbedaan Fungsi UGC dan EGC dalam Funnel

Dalam strategi digital marketing, UGC dan EGC biasanya digunakan di tahap yang berbeda dalam customer journey. Ini penting dipahami supaya penggunaannya tidak tertukar.

UGC lebih sering digunakan untuk memperkuat keputusan. Ketika audience sudah tertarik, mereka butuh bukti bahwa produk tersebut benar-benar layak. Di sinilah UGC berperan sebagai social proof.

EGC lebih sering digunakan untuk membangun hubungan. Ketika audience baru mengenal brand, mereka butuh alasan untuk merasa tertarik dan terhubung. Di sinilah EGC membantu.

Kalau dirangkum dalam konteks funnel:

  • UGC → fokus ke trust dan conversion
  • EGC → fokus ke connection dan engagement
  • UGC → membantu audience yakin
  • EGC → membantu audience merasa dekat

Dengan memahami ini, brand bisa menyusun strategi konten yang lebih terarah.

Kenapa Brand Besar Menggabungkan UGC dan EGC?

Brand besar dalam digital marketing jarang memilih salah satu antara UGC atau EGC. Mereka justru menggabungkan keduanya untuk menciptakan pengalaman yang lebih lengkap bagi audience.

Alasannya sederhana, karena audience butuh dua hal sekaligus: percaya dan merasa dekat. UGC memberikan bukti bahwa produk atau layanan memang berkualitas, sementara EGC memberikan gambaran bahwa brand tersebut punya nilai dan manusia di baliknya.

Contoh kombinasi yang sering digunakan:

  • EGC menunjukkan proses di balik layar brand
  • UGC menunjukkan hasil nyata dari customer
  • EGC menjelaskan value atau visi brand
  • UGC memberikan pengalaman langsung dari user

Kombinasi ini membuat brand terlihat lebih transparan dan lebih kredibel di mata audience.

Digital Marketing dan AI: UGC & EGC Bisa Di-scale Lebih Cepat

Dengan perkembangan teknologi, terutama AI, penggunaan UGC dan EGC dalam digital marketing jadi lebih mudah untuk di-scale. Brand tidak perlu lagi mengelola semua konten secara manual, karena banyak proses yang bisa dipercepat.

Beberapa hal yang bisa dilakukan dengan bantuan AI:

  • mengkurasi konten terbaik dari user dan karyawan
  • mengedit konten menjadi lebih engaging
  • membuat variasi caption secara cepat
  • menganalisis performa konten secara data-driven

AI membantu brand tetap konsisten dalam produksi konten tanpa kehilangan sisi human yang menjadi kekuatan utama dari UGC dan EGC.

Kesalahan yang Bikin UGC Nggak Jalan

Kesalahan yang Bikin Nggak Jalan

Kesalahan yang Harus Dihindari

Meskipun UGC dan EGC terlihat sederhana, implementasinya tetap membutuhkan strategi yang tepat. Banyak brand yang gagal memaksimalkan keduanya karena melakukan kesalahan dasar.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • terlalu mengontrol UGC sehingga terasa tidak natural
  • membuat EGC terlalu formal seperti konten corporate biasa
  • tidak konsisten dalam penggunaan konten
  • tidak memahami tujuan dari masing-masing jenis konten

Padahal kunci dari UGC dan EGC adalah authenticity. Kalau terlalu dipaksakan, justru kehilangan kekuatannya.

Saatnya Upgrade Strategi Digital Marketing Kamu

Kalau kamu ingin konten yang bukan hanya menarik tapi juga dipercaya dan terasa dekat, memahami perbedaan UGC dan EGC adalah langkah awal yang penting. Bukan hanya soal mengikuti tren, tapi soal membangun strategi digital marketing yang lebih matang dan terarah.

Melalui Corporate Training Digital Marketing by Effion Creator School, kamu bisa belajar bagaimana menggabungkan berbagai jenis konten, termasuk UGC dan EGC, menjadi sistem yang bisa menghasilkan. Program ini membantu tim memahami bukan hanya tools, tapi juga cara berpikir strategis yang bisa langsung diterapkan di bisnis.

Detail lengkap klik disini

Trust dan Connection Harus Jalan Bareng

Dalam dunia digital marketing sekarang, brand tidak bisa hanya fokus pada satu sisi. Trust tanpa connection terasa dingin, sementara connection tanpa trust terasa kosong. UGC dan EGC hadir untuk mengisi dua sisi tersebut.

UGC membantu orang percaya.

EGC membantu orang merasa dekat.

Sekarang pertanyaannya sederhana, strategi konten kamu sudah membangun dua hal itu, atau baru fokus ke salah satunya saja?

FAQ

Apa Itu EGC?

EGC atau Employee Generated Content adalah konten yang dibuat oleh karyawan perusahaan untuk membagikan pengalaman, aktivitas kerja, atau insight terkait brand secara lebih personal.

Apa Itu UGC?

UGC atau User Generated Content adalah konten yang dibuat oleh customer atau audience berdasarkan pengalaman mereka menggunakan produk atau layanan tertentu.

Apa Perbedaan EGC dan UGC?

EGC dibuat oleh karyawan perusahaan, sedangkan UGC dibuat oleh customer atau pengguna. EGC berfokus pada membangun connection, sementara UGC lebih kuat dalam membangun trust dan social proof.

Mana yang Lebih Efektif, EGC atau UGC?

Keduanya efektif untuk tujuan yang berbeda. UGC biasanya lebih kuat untuk conversion dan trust, sedangkan EGC lebih efektif untuk engagement dan humanizing brand.

Apakah EGC dan UGC Bisa Digabungkan?

Ya. Banyak brand besar menggabungkan EGC dan UGC untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan audience sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap brand.

Baca Juga :
5 Skill Digital Marketing yang Paling Dibutuhkan Tim Gen Z di Perusahaan

Digital Marketing Itu Bukan Soal Jualan, Tapi Soal Ini!

Stop Jalankan Content Marketing Kalau Masih Fokus ke Angka Ini

 

3 Framework UGC dalam Digital Marketing yang Dipakai Brand Besar

Previous article

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login/Sign up